Puasa ramadhan menyebabkan penurunan gula darah dan berat badan

Ternyata Puasa Dapat Turunkan Glukosa dan Berat Badan

Puasa menyebabkan penurunan kadar glukosa darah tapi tidak secara drastis. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan.

Pada gilirannya berat badan akan menurun tahap demi tahap. Kita sebagai umat muslim kita harus saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang.

Wanita itu mengalami perbaikan kondisi mental, dan bahkan dinyatakan sembuh setelah berpuasa selama lima minggu. Padahal insulin berfungsi untuk mengubah gula jadi sumber energi.

Alhasil, lemak di daalam tubuh yang menyebabkan berat badan tidak kemana-mana dan akhirnya meningkat meski sedang puasa karena jarang melakukan aktivitas fisik. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia.

Tak mendapatkan asupan kalori apapun bisa menyebabkan pusing, dehidrasi, mual, kelelahan, dan kadar elektrolit yang tidak seimbang. Tubuh lebih mampu melakukan ini pada saat puasa karena energi itu tidak sepenuhnya diinvestasikan dalam pencernaan makanan. Kita juga bisa sahur atau buka puasa dengan makanan yang bisa bikin cepat kenyang seperti sup.

Makan dengan porsi berlebihan bisa meningkatkan gula darah secara tiba-tiba.

www.islamislami.com-Inspirasi Islam

Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati.

Aktivitas fisik dan berolahraga dapat mengubah energi cadangan atau lemak tubuh menjadi glukosa yang agar bisa menghalau rasa lesu, letih, malas, dan mengantuk.

Menurunkan adrenalin Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard, mengungkapkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak.

Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. Bahkan seorang peneliti di Moskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk sizofrenia. Dikirimkan di Tak Berkategori Yap, kebanyakan dari kita berfikir kalau puasa bisa mengurangi berat badan tapi kenyataannya justru sebaliknya, berat badan malah semakin bertambah.

Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari.

Hal ini tentunya akan meningkatkan masa puasa Anda beberapa jam atau lebih. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satu cara memantau level naik-turun gula darah bagi penderita diabetes adalah melakukan cek medis kurang lebih dua sampai tiga bulan sebelum berpuasa.

Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

Selain dapat membantu menurunkan berat badan, mengunyah makanan lebih lama juga dapat membuat organ pencernaan kita bekerja lebih maksimal, karena makanan yang dikunyah sampai halus akan membantu lambung bekerja dengan baik. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa ramadhan juga mengurangi resiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.

Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi lapar biasa.

Mukjizat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan 

Seperti diketahui kebutuhan kalori pada setiap orang mencapai 2.Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan.

Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan. Ketika puasa berakhir dan pola makan kembali seperti biasa, tubuh kita tidak dapat beradaptasi dengan cukup cepat dan menyebabkan kenaikan berat badan.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi bertambahnya berat badan pada saat berpuasa.

Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi ancientmarinerslooe.com: ABS Channel.

Berat badan akan turun ketika kalori yang dikonsumsi oleh seseorang melebihi jumlah energi yang dikeluarkannya. Dengan berpuasa, tidak mengonsumsi apapun dalam jangka waktu tertentu, seseorang akan kehilangan kalori dan bisa menyebabkan menurunnya berat badan.

Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan ancientmarinerslooe.com: Sehat Fresh.

Puasa ramadhan menyebabkan penurunan gula darah dan berat badan
Rated 5/5 based on 37 review